Surga di Ranu Kombolo

Jika Anda sedang berlibur dan ingin bertandang ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, maka Anda akan menjumpai sebuah danau yang begitu indah dan eksotis. Danau ini disebut sebagai Ranu Kumbolo. Letak tepatnya berada di kaki Gunung Semeru, Penggunungan Tengger, Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau air tawar pegunungan, yang kapasitas air dimilikinya tidak pernah berkurang. Ini memang menjadi tempat transit bagi para pendaki ketika hendak mendaki Gunung Semeru. Selain itu, Anda akan disuguhkan pemandangan yang sangat indah ketika berada di sini.

Pesona matahari terbit, rangkaian bintang yang menakjubkan, pengikraran cinta, bahkan keindahan sore hari yang diliputi kabut dan berpadu dengan air danau akan menghasilkan rangkaian keindahan yang luar biasa. Ada beberapa keunikan dan pesona luar biasa yang dimiliki oleh Ranu Kumbolo :

Keindahan matahari terbit

Jika Anda ingin melakukan pendakian ke Mahameru, pastilah akan menemui Ranu Kumbolo. Biasanya tempat ini dijadikan tempat bermalam bagi para pendaki. Namun, walau hanya menjadi tempat transit, Anda jangan berfikir bahwa tempat ini membosankan. Tunggu hingga fajar menyapa dan cahaya matahari mulai memancarkan sinarnya di antara dua bukit hijau secara perlahan.

Matahari seakan muncul dari danau dan menulusup malu-malu melalui dua bukit tersebut. Ini pemandangan luar biasa menakjubkan. Ada pantulan indah laksana cermin dari danau Ranu Kumbolo yang menggambarkan langit seperti di dominasi warna biru cerah, merah jingga yang biru pudar dengan terlapisi kabut tipis, serta bukit yang seakan merubah warnanya menjadi gelap untuk membingkai keindahan padu warna yang terjadi. Ini adalah sunrise yang sempurna yang akan Anda dapatkan.

Sore dengan balutan kabut

Ketika Anda berhenti di area camping Ranu Kumbolo, maka sempatkan lah untuk menikmati sore hari di danau ini. Selain keriwehan mempersiapkan tenda dan peralatan untuk bermalam, nikmatilah sore menjelang senja dengan pemandangan yang menakjubkan. Pemandangan danau yang diselimuti kabut memberikan pemandangan yang luar biasa pada lukisan alam ini.

Sungguh suatu situasi yang tidak cukup banyak kata untuk mengungkapkan keindahannya. Belum lagi aneka tenda warna-warni juga ikut menorehkan aneka warna pada Danau yang mendapat prediket surga Mahameru ini.

Langit dengan hiasan Bima Sakti

Danau yang memiliki luas sekitar 15 hektar dan berada di ketinggian 2.390 meter di atas permukaan laut, memiliki langit malam hari yang sangat mempesona. Jika biasanya di kota, kita tidak menikmati pemandangan bintang-bintang dengan sempurna akibat gemerlapnya cahaya, maka bermalam di Ranu Kumbolo akan memberikan peristiwa yang sangat langka buat Anda. Gugusan Bima Sakti akan menjadi atap terindah bagi Anda yang menghabiskan malam di danau ini.

Jejeran jutaan bintang dengan kemerlap yang indah, akan menjadi cahaya mengagumkan yang akan Anda nikmati. Belum lagi jika saat malam hari ada bulan sempurna yang juga ikut menghiasi, pantulan cahayanya yang tercermin dari Telaga Kumbolo akan membuat Anda terkagum-kagum tanpa kata. Ada satu hal yang harus Anda perhatikan ketika bermalam di Danau Ranu Kumbolo ini.

Persiapkanlah jaket yang tebal untuk menghadapi dinginnya danau ini. Serangan hawa dinginnya akan mampu menusuk sampai ke bagian tulang Anda, bahkan ketika Anda sudah memakai berlapis-lapis baju dan jaket sekalipun. Perkiraan suhu udara di danau ini bisa mencapai 0 derajat sampai minus 7.

Tapi situasi ini selalu menjadi tantangan bagi para pendaki untuk menaklukannya. Dan tentu saja, semuanya juga terbayar oleh keindahan rupa Ranu Kumbolo.

Tanjakan Cinta

Itulah yang harus Anda lakukan jika ingin menguji cinta yang Anda miliki dengan pasangan, apakah akan berlangsung lama atau tidak. Di Ranu Kumbolo ini, Anda akan menemukan lereng yang memiliki mitos yang sangat terkenal. Masyarakat dan para pendaki memberi nama dengan sebutan Tanjakan Cinta.

Tanjakan Cinta sendiri merupakan sebuah jalan setapak menuju bukit dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tak jauh dari Ranu Kumbolo, Anda akan menemui jalan menuju bukit ini. Konon, legenda yang menyebar di masyarakat, jika Anda berniat ingin mendaki bukit ini dan punya cita-cita ingin berbahagia selamanya dengan pasangan Anda, Anda harus menapaki jalan hingga ke puncak Tanjakan Cinta dengan terus memikirkan kekasih Anda.

Jangan pernah menoleh ke belakang apapun alasannya. Karena jika Anda sampai membalikan kepala Anda, bisa-bisa hubungan tali kasih Anda akan segera berakhir. Mengapa bukit ini menjadi susah untuk ditaklukan bagi para penguji nyali cinta? Karena ketika Anda selangkah demi selangkah menapaki lereng Tanjakan Cinta ini, Anda akan tergoda untuk menikmati pemandangan luar biasa yang disuguhkan oleh alam yang terlihat dari bukit ini.

Panorama keindahan Ranu Kumbolo terlihat jelas secara keseluruhan dari bukit ini. Jejeran pohon-pohon hijau nan asri, serta danau yang sangat tenang dan jernih, menjadikan pemandangan dari bukit Tanjakan Cinta ini seperti memandangi lukisan alam dari tangan seorang maestro yang luar biasa. Sangat menakjubkan!

Oro-oro Ombo

Ketika Anda sudah mencapai puncak Tanjakan Cinta, setelah beberapa saat terdiam dan mengagumi hamparan keindahan Ranu Kumbolo dari atas, berbaliklah ke arah yang berlawanan. Keindahan lain yang sangat menggoda telah menunggu Anda di sana. Bunga dengan warna keungu-unguan yang hampir mirip lavender ini, akan menyegarkan mata Anda yang haus akan pesona.

Bunga ini bernama Verbena Brasilliensis atau biasa disebut Oro-oro Ombo. Anda jangan terkecoh dengan keindahannya yang memikat. Walaupun bunga ini memberikan keindahan berbeda pada alam menuju Mahameru, sebenarnya bunga ini tumbuhan invasif yang menjadi salah satu alasan yang dapat mematikan bunga keabadian atau Edelwis. Bunga yang satu ini mempunyai sifat yang dapat menyerap kadar air yang berada di sekitarnya.

Namun di luar daripada sifat merusaknya bunga ini, hamparan bunganya yang telah menyelimuti area Oro-oro Ombo sekitar 20 hektar, membawa kesegaran dan buncahan kebahagiaan tersendiri bagi mata. Sangat sayang jika tidak mengabadikan diri telah berada di tempat ini, dengan berlatar bunga keunguan yang menakjubkan.

Mitos dan Legenda

Pegunungan di Indonesia selalu memiliki mitos dan legenda yang menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai cerita misteri berkembang bersamaan dengan tersebarnya keindahan alam pegunungan. Begitu juga dengan Ranu Kumbolo.

Ada beberapa mitos dan legenda, yang mengiringi kebesaran nama danau ini. Ikan Mas Ranu Kumbolo menjadi cerita mitos yang ada di Ranu Kumbolo. Diceritakan bahwa ikan mas ini merupakan perwujudan dari dayang penunggu danau. Selain itu, pada bulan purnama, akan muncul sesosok wanita yang hadir melalui gumpalan kabut yang menyelimiti danau.

Salju di Ranu Kumbolo

Suhu dingin di Ranu Kumbolo yang berada disekitar 0 derajat bahkan minus, akan meninggalkan lapisan kristal es yang menyelimuti bagian atas benda dan dedaunan yang ada. Namun, tentu saja ini menjadi keindahan tersendiri yang ada di danau ini. Kabut dan hawa dingin yang beradu menjadikan butiran-butiran putih seperti salju yang sangat memanjakan mata Anda dan tidak mudah untuk dilupakan.

Demikian keindahan Ranu Kumbolo yang akan Anda temui jika ingin Anda berniat untuk bermalam di sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *